Iklan

Lintas Nusantara

More on this category »

Hukum dan Kriminal

More on this category »

Opini

More on this category »

Iklan Berita Tipikor

Klik 2 kali untuk keluar
Iklan Mobil Bekas Online
Iklan Rumah Online
Kontak Jodoh Online
Wirausaha Online Modal Nol Rupiah

Iklan

Tampilkan postingan dengan label Olaraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olaraga. Tampilkan semua postingan

Karate Jatim Berpotensi Kehilangan Tiga Emas PON

Written By Unknown on Selasa, 06 Maret 2012 | 08.34

    Surabaya - Kontingen Jawa Timur berpotensi kehilangan tiga medali emas dari cabang olaraga karate, jika regulasi pembatasan usia atlet benar-benar diberlakukan pada PON XVIII tahun 2012 di Riau.
    Wakil Ketua Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jatim Johanes Kunto di Surabaya, Rabu, mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait pembatasan usia atlet PON tersebut.
    ”Saat Rakernas Forki di Makassar pada Mei 2011, masalah itu sama sekali tidak dibahas. Sampai sekarang kami juga menganggap regulasi itu tidak ada,” katanya.
Regulasi batasan usia atlet yang rencananya diberlakukan Pengurus Besar Forki pada PON 2012 adalah 30 tahun untuk atlet nomor kumite dan 35 tahun pada nomor kata.
Karateka andalan Jatim Umar Syarief dan Meliana Kodoati dipastikan tidak bisa berlaga pada PON, karena usianya sudah lebih dari 30 tahun.
”Kalau ada pembatasan usia, target tiga emas dari KONI Jatim sangat berat direalisasikan dan mungkin hanya dapat dua emas. Tapi, kalau regulasi itu tidak ada, minimal tiga emas bisa kita rebut,” tambah Kunto.
    Pada PON 2008, Jatim merebut empat medali emas. Dua di antaranya disumbangkan Umar Syarief dari nomor kumite dan dua emas lainnya dari nomor kata beregu.
Sebagai antisipasi, Pengprov Forki Jatim telah menyiapkan karateka pelapis untuk mengejar medali emas PON, di antaranya Cecilia Agustina Ora (kata perorangan putri) dan Fachri Junaedi (kumite kelas +84 kg).
    Ia menambahkan, dalam waktu dekat pengurus KONI Jatim akan menemui Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo untuk meminta masalah regulasi usia atlet itu ditiadakan.
    ”Di event internasional, seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade, sama sekali tidak ada pembatasan usia atlet. Kalau PON yang katanya bertujuan untuk menyiapkan atlet ke event internasional, kok justru menerapkan itu,” ujarnya.
    Mantan karateka nasional itu, mengusulkan agar regulasi pembatasan usia atlet diberlakukan pada ajang lain, seperti kejurnas, PON Remaja 2013 atau kejuaraan yang menjadi agenda PB Forki.
    Sebelumnya, Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror juga menduga adanya upaya-upaya tidak sportif dari PB PON, KONI Pusat dan induk cabang olahraga, terkait munculnya sejumlah regulasi baru PON 2012.
    Bahkan, beberapa regulasi seperti pembatasan usia atlet, pengurangan dan penambahan nomor pertandingan, dianggap telah mengerdilkan peluang Jatim untuk mempertahankan gelar juara umum.

Tim Masa Depan Madrid

    Bola.net - Iker Casillas memiliki kepercayaan tinggi terhadap masa depan Real Madrid. Ia yakin timnya akan siap untuk bersaing selama beberapa tahun ke depan dengan para pemain mudanya yang berbakat.
    Casillas memberikan apresiasi terhadap para pemain muda Los Blancos. Ia menganggap bahwa Nuri Sahin, Raphael Varane, dan Jose Callejon telah memiliki banyak pengalaman meski masih berusia muda. Kiper tim nasional Spanyol ini yakin bahwa mereka kelak akan memberikan pencapaian terbaik mereka bagi Madrid.
    ”Apakah memiliki skuad muda seperti ini merupakan sebuah kekurangan? Hal ini justru bisa menjadi sesuatu yang sempurna namun pengalaman yang kurang juga dapat menjadi sebuah hal yang buruk,” ujar Casillas.
    ”Meski begitu kita tidak boleh melupakan bahwa para pemain baru kami telah memperoleh banyak pengalaman baik di tingkatan klub maupun global.”
    ”Kami tengah membangun tim untuk masa depan dan tim ini dapat melaju hingga tingkat teratas selama tiga atau empat tahun lagi.”
    ”Di lapangan tidak masalah apakah seorang pemain masih muda. Umur tidak berpengaruh terlalu banyak dalam dunia sepak bola.”  (dai/rev)

Manchester City Kalah, Mancini Mengaku Bersalah

    TEMPO.CO, Manchester - Akibat kalah 0-1 dari Everton di Goodison Park, Rabu dinihari 1 Februari 2012, Manchester City mulai dikejar rivalnya, Manchester United. Pelatih City, Roberto Mancini, pun mengaku bersalah atas kegagalan timnya meraup tiga poin.
    ”Mungkin ini kesalahan saya karena menyiapkan pertandingan ini dengan buruk. Mungkin saya tidak memperhatikan atau bahkan saya terlalu meremehkan Everton,” kata Mancini di situs resmi City.
    Hasil tersebut pun semakin mempertegas kandang Everton, Goodisan Park, tidak ramah bagi Roberto Mancini. Sejak melatih Vincent Kompany dan kawan-kawan pada Desember 2009 silam, Mancini sudah bertamu ke Goodison Park dua kali dan selalu kalah.
    Meski begitu, Mancini ogah berlama-lama menyesali kekalahan itu. Pelatih asal Italia itu pun kini menatap Fulham yang akan dihadapi berikutnya. “Kami harus menang di pertandingan berikutnya. Lagipula masih ada 15 pertandingan lagi,” ujar mantan pelatih Inter Milan itu.
    Mancini juga tidak ambil pusing soal posisi klubnya yang kini mulai dikejar oleh MU. Kedua kubu kini sama-sama mengumpulkan 54 pon. “Kami hanya tidak bagus malam ini. Tapi dengan   Manchester United menyamai poin kami itu tidak mengubah apa pun karena kami memprediksi mereka akan menang di kandang,” ujar dia.

MU Menang Lewat Pinalti, Ferguson Tetap Senang

Written By Unknown on Minggu, 04 Maret 2012 | 06.04

    TEMPO.CO, Manchester - Kemenangan yang diraih Manchester Uinted atas Stoke City memang tak lepas dari dua gol pinalti yang diperoleh The Red Devils—julukan MU. Meski begitu sang pelatih Sir Alex Ferguson mengaku tidak bermasalah dengan kemenangan tersebut.
    Kedua gol MU dicetak lewat titik putih oleh Javier Hernandez di menit ke-38 dan Dimitar Berbatov di menit ke-53. Ferguson mengaku senang dengan performa yang telah ditampilkan oleh anak buahnya dalam sepanjang pertandingan.
    ”Saya pikir sepak bola kami luar biasa. Oke, mungkin kami menang lewat dua tendangan pinalti, tapi saya pikir cara kami memainkan sepak bola adalah yang paling penting,” ujar Ferguson kepada MUTV.
    Ferguson semakin sumringah karena pada saat yang sama rivalnya, Manchester City, ditaklukkan Everton di Goodison Park. Walhasil, MU berhasil menyamai perolehan poin Citu menjadi 54. “Ini malam yang indah bagi kami,” kata pelatih berusia 70 tahun itu usai memastikan City takluk 0-1 di Goodison Park.
    Kondisi itu membuat perebutan gelar juara semakin sengit. Ferguson pun mengingatkan anak buahnya untuk tetap waspada karena kompetisi baru separuh jalan. “Saya selalu mengatakan bahwa bulan Maret adalah bulan yang sangat penting, serta awal April. Misalnya kami akan melawan Manchester City pada bulan April,” ujar dia.
    Meski menyamai perolehan poin the Citizens—julukan City, MU masih berada di posisi kedua karena kalah selisih gol dari pasukan Roberto Mancini itu.

Iklan Berita Tipikor

Nasional

More on this category »

Dari Meja Polisi

More on this category »